500 Warga Binaan Lulus Program TAPERA, Lapas Tanjungpandan Perkuat Pembinaan Spiritual Menuju Pribadi Lebih Baik

📅 08 May 2026    7 dilihat

Belitung. INFO LADA — Tepat satu tahun pelaksanaan Program TAPERA (Tabungan Penjemput Rahmat), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan kembali menorehkan capaian positif dalam bidang pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi Warga Binaan. Hingga genap satu tahun berjalan, program pembinaan kerohanian tersebut berhasil meluluskan sebanyak 500 Warga Binaan laki-laki dan perempuan beragama Islam yang dinyatakan memenuhi standar praktik salat wajib dan sunah serta hafalan ayat-ayat pendek Al-Qur’an, Jumat (8/5).
TAPERA dilaksanakan rutin setiap hari jum’at bertempat diblok hunian dan masjid Lapas Tanjungpandan merupakan sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat, Warga Binaan yang berhasil menyelesaikan praktik salat maupun hafalan ayat pendek diberikan makanan tambahan yang berasal dari sumbangan sukarela para pegawai. Program ini juga melibatkan penguji dari Kementerian Agama Kabupaten Belitung bersama tokoh agama Islam setempat guna memastikan kualitas pembinaan berjalan optimal dan terukur.
Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, mengatakan keberhasilan TAPERA menjadi bukti bahwa pembinaan spiritual mampu menghadirkan perubahan nyata bagi Warga Binaan.
“Program TAPERA kami hadirkan bukan hanya untuk mengajarkan tata cara ibadah, tetapi membentuk kesadaran spiritual dan karakter warga binaan. Alhamdulillah, dalam satu tahun pelaksanaannya telah lahir 500 peserta yang berhasil menyelesaikan tahapan pembelajaran. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan dengan hati mampu menghadirkan perubahan yang nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Tanjungpandan, Alkok Marya, menyebut TAPERA menjadi salah satu program unggulan pembinaan keagamaan yang dirancang secara berkelanjutan.
“TAPERA kami susun sebagai pembinaan yang terukur, mulai dari praktik salat, bacaan, hingga hafalan surat pendek. Keterlibatan petugas, Kementerian Agama, dan tokoh agama menjadi penguat agar pembinaan berjalan maksimal serta memberi dampak nyata bagi perubahan perilaku warga binaan,” katanya.
Manfaat program tersebut turut dirasakan langsung oleh Warga Binaan. Salah satu peserta berinisial NH mengaku mendapatkan pengalaman spiritual yang sangat berarti selama mengikuti TAPERA.
“Awalnya saya masih banyak kekurangan dalam ibadah, baik bacaan maupun gerakan salat. Melalui TAPERA, saya belajar lebih disiplin, lebih memahami agama, dan merasa lebih tenang. Program ini benar-benar memberi perubahan dalam diri saya,” ungkap NH.
Melalui capaian tersebut, Lapas Tanjungpandan terus menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek kemandirian, tetapi juga pembangunan mental, moral, dan spiritual warga binaan sebagai bagian dari proses pemasyarakatan yang humanis dan bermakna.

Kontributor Berita : Humas Lapas Tanjungpandan


📢 Bagikan Berita


⬅ Kembali