Ditengah Ancaman Kekeringan, Lapas Tanjungpandan Laksanakan Salat Istisqa, Memohon Pertolongan Allah untuk Turunkan Hujan dan Keberkahan di Bumi Belitung

📅 23 Oct 2026    3 dilihat

Belitung, 23 Oktober 2026 — Sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi kondisi kekeringan dan memohon turunnya hujan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan melaksanakan salat istisqa pada Jumat (23/10) pukul 07.00 WIB di lapangan Lapas Tanjungpandan. Kegiatan yang berlangsung dalam kondisi cuaca cerah ini diikuti oleh pegawai lapas, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta peserta maganghub Lapas Kelas IIB Tanjungpandan.

Pelaksanaan salat istisqa menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera turun, sumber air kembali tercukupi, dan Bumi Belitung senantiasa dilimpahi rahmat serta keberkahan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan khusyuk sebagai wujud keimanan, ketakwaan, dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.

Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, M. Rolan, M. Rolan, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa pelaksanaan salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar dan doa bersama dalam memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kekeringan yang menjadi perhatian masyarakat.

“Melalui pelaksanaan salat istisqa ini, kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Belitung. Kita menyadari bahwa selain melakukan berbagai upaya nyata, doa juga menjadi bagian penting dari ikhtiar kita. Semoga Allah SWT memberikan rahmat, mengangkat segala kesulitan, serta menjaga Bumi Belitung dan seluruh masyarakatnya,” ujar M. Rolan.

Pelaksanaan salat istisqa dipimpin oleh Bustamin, S.Sos.I. yang mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak istigfar, serta melakukan introspeksi diri. Doa dipanjatkan agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Bustamin, S.Sos.I., menyampaikan bahwa salat istisqa merupakan salah satu bentuk penghambaan dan ikhtiar umat Islam untuk memohon pertolongan Allah SWT.

“Melalui salat istisqa ini, mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati. Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat, memberikan kecukupan air, serta melimpahkan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Belitung,” ungkap Bustamin.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan, WBP diharapkan dapat memperkuat keimanan, meningkatkan kesadaran untuk memperbaiki diri, serta menumbuhkan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.

Keterlibatan pegawai, warga binaan, dan peserta maganghub dalam kegiatan ini mencerminkan kebersamaan keluarga besar Lapas Tanjungpandan dalam memanjatkan doa dan menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Seluruh peserta bersatu dalam harapan yang sama, yakni memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT bagi Bumi Belitung.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Tanjungpandan berharap semangat kebersamaan, nilai-nilai religius, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan pemasyarakatan. Doa bersama yang dipanjatkan menjadi harapan agar hujan segera turun, sumber-sumber air kembali terisi, dan masyarakat Belitung senantiasa diberikan keselamatan serta keberkahan.

Dengan penuh keikhlasan, keluarga besar Lapas Kelas IIB Tanjungpandan memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan, segala kesulitan diringankan, dan Bumi Belitung senantiasa berada dalam lindungan serta limpahan rahmat-Nya.

Kontributor: Humas Lapas Kelas IIB Tanjungpandan


📢 Bagikan Berita


⬅ Kembali