📅 20 Oct 2026 3 dilihat
Tanjungpandan – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan menggarap lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas 1,3 hektare dengan menggandeng kelompok tani dan mitra kerja.
Kegiatan ini merupakan langkah nyata Lapas Tanjungpandan dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan agar menjadi area produktif yang dapat mendukung kegiatan pertanian serta memberikan nilai manfaat bagi proses pembinaan WBP. Melalui kolaborasi dengan kelompok tani dan mitra kerja, pengelolaan lahan SAE diharapkan dapat berjalan lebih optimal melalui dukungan pengetahuan, pendampingan teknis, serta pengembangan potensi pertanian.
Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, M. Rolan, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengelolaan lahan SAE merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
“Pemanfaatan lahan SAE seluas 1,3 hektare ini merupakan salah satu upaya kami untuk mendorong kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat nyata. Melalui kerja sama dengan kelompok tani dan mitra kerja, kami berharap lahan ini dapat dikelola secara optimal serta menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman di bidang pertanian,” ujar Kalapas.
Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Pirmansyah, S.AP., menjelaskan bahwa penggarapan lahan SAE akan diarahkan untuk mendukung kegiatan pembinaan kemandirian yang terencana dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar dan terlibat langsung dalam proses pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga kegiatan budidaya tanaman. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal positif bagi mereka ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Pirmansyah.
Dukungan juga diberikan oleh mitra kerja, Toha, yang turut bersinergi dalam pengembangan dan pengelolaan lahan SAE. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan kegiatan pertanian melalui kerja sama dan pendampingan sesuai kebutuhan di lapangan.
Kerja sama dengan kelompok tani dan mitra kerja menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya mendorong optimalisasi lahan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Melalui penggarapan lahan SAE seluas 1,3 hektare ini, Lapas Kelas IIB Tanjungpandan berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan keterampilan WBP.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud dukungan Lapas Tanjungpandan terhadap program ketahanan pangan serta upaya mewujudkan pemasyarakatan yang semakin produktif, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kontributor: Humas Lapas Tanjungpandan