Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Dorong Kemandirian WBP melalui Produk Keripik Pisang BINA PISANG

📅 05 Sep 2026    2 dilihat

Tanjungpandan — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan terus mendorong pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan produktif yang dapat mengembangkan keterampilan dan menghasilkan produk bernilai ekonomi. Salah satu karya yang dikembangkan adalah BINA PISANG, produk keripik pisang hasil pembinaan kemandirian WBP.

Kegiatan pembinaan kemandirian melalui pengolahan keripik pisang BINA PISANG dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, pukul 10.30 WIB s.d Selesai, bertempat di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan. Kegiatan ini diikuti oleh 22 orang WBP wanita, dengan pendampingan Penjaga Tahanan Resy Andila serta keterlibatan peserta magang sebagai pihak luar yang turut mengikuti kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Tanjungpandan dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian WBP. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang mengatur penyelenggaraan Sistem Pemasyarakatan, termasuk pembinaan untuk meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian WBP.

Melalui kegiatan tersebut, WBP mengolah pisang menjadi keripik yang renyah dan gurih. Proses pengolahan dan pengemasan menjadi pengalaman keterampilan yang diharapkan dapat memberikan bekal bagi WBP untuk membangun kemandirian setelah kembali ke tengah masyarakat.

Hasil kegiatan berupa produk BINA PISANG, yaitu keripik pisang yang telah diolah dan dikemas sebagai produk bernilai ekonomi. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan dalam pengolahan bahan pangan serta mengenal proses pengemasan produk.

Sementara itu, Penjaga Tahanan Resy Andila menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian diharapkan dapat memberikan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi WBP.

“Melalui kegiatan yang produktif seperti pengolahan keripik pisang ini, WBP diharapkan dapat terus belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat. BINA PISANG menjadi salah satu wujud semangat pembinaan yang mendorong kemandirian dan kreativitas WBP.”

Sejalan dengan hal tersebut, WL, salah satu WBP wanita Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini.

“Saya senang bisa mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian ini. Dari mengolah pisang menjadi keripik, saya belajar keterampilan baru yang bisa menjadi bekal untuk kehidupan setelah kembali ke masyarakat. Semoga BINA PISANG bisa terus berkembang dan memberikan manfaat,” ujarnya.

BINA PISANG bukan sekadar camilan, tetapi juga menjadi simbol semangat pembinaan, harapan, dan peluang untuk menata masa depan. Setiap proses pengolahannya mencerminkan upaya Lapas Kelas IIB Tanjungpandan dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, kreatif, dan bermanfaat.

Lapas Kelas IIB Tanjungpandan berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang memberikan ruang bagi WBP untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan keterampilan. Dukungan terhadap hasil karya WBP menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri serta mendorong terwujudnya pembinaan yang berorientasi pada kemandirian.

Kontributor: Humas Lapas Tanjungpandan


📢 Bagikan Berita


⬅ Kembali