Lapas Tanjungpandan Gelar Tausiyah dan Safari Al-Qur’an, Perkuat Keimanan dan Ketakwaan Warga Binaan

📅 04 Sep 2026    2 dilihat

Tanjungpandan, 3 September 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Tausiyah dan Safari Al-Qur’an yang dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, pukul 16.30 WIB.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ustadz Habib Ahmad Al-Habsyi dan diikuti oleh pegawai Lapas Tanjungpandan, peserta magang, serta warga binaan. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus memberikan penguatan mental dan spiritual bagi warga binaan.

Pelaksanaan pembinaan kerohanian ini sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang mengamanatkan pelaksanaan pembinaan untuk meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian warga binaan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana, serta dapat kembali diterima di tengah masyarakat.

Selain tausiyah, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Safari Al-Qur’an dan lelang Al-Qur’an yang diikuti oleh warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan aktif warga binaan dalam kegiatan keagamaan sekaligus mendorong tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program komunitas Riau Indonesia Mengaji, melalui program Waqaf One Family One Qur’an. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an serta menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman dalam memperbaiki diri.

Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, M. Rolan., A.Md.I.P., S.H., M.H menyampaikan rasa syukur atas kunjungan dan kehadiran Ustadz Habib Ahmad Al-Habsyi dalam memberikan tausiyah kepada warga binaan.
“Lapas Tanjungpandan merasa sangat bersyukur dan terhormat dikunjungi oleh Ustadz Habib Ahmad Al-Habsyi. Besar harapan saya, para warga binaan dapat mendengarkan, meresapi, dan mengambil hikmah dari tausiyah yang disampaikan. Segera berubah, bangkit, dan bertaubat. Buktikan bahwa setelah kembali ke masyarakat nanti kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” ujar M. Rolan.

Sementara itu, Ustadz Habib Ahmad Al-Habsyi dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa setiap manusia tidak terlepas dari kesalahan. Namun, kesalahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang selama masih memiliki kemauan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

“Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat salah, tetapi sebaik-baiknya manusia adalah dia yang bertaubat. Jangan pernah meremehkan kebaikan apa pun yang pernah kita lakukan. Bisa jadi kecil menurut kita, tetapi besar menurut Allah,” pesan Habib Ahmad Al-Habsyi. Pesan tersebut menjadi motivasi bagi warga binaan untuk tidak terus terjebak pada kesalahan masa lalu, melainkan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Kasubsi Registrasi, Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Buwanda, menilai kegiatan keagamaan seperti Tausiyah dan Safari Al-Qur’an memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan warga binaan. “Pembinaan kerohanian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan di Lapas. Melalui kegiatan seperti tausiyah dan Safari Al-Qur’an, warga binaan diberikan ruang untuk mendapatkan motivasi, melakukan introspeksi, sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan,” ungkap Buwanda.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membangun suasana pembinaan yang religius dan kondusif di lingkungan Lapas. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan dan terus berlanjut secara berkesinambungan. Harapannya, nilai-nilai keagamaan yang diperoleh tidak hanya berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Antusiasme warga binaan juga terlihat dalam rangkaian lelang Al-Qur’an. Warga binaan diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk keterlibatan dalam program keagamaan serta upaya menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Salah seorang warga binaan berinisial AM mengaku mendapatkan motivasi dan pelajaran berharga dari tausiyah yang disampaikan. “Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari tausiyah hari ini. Kami diingatkan untuk tidak terus melihat masa lalu, tetapi harus berusaha memperbaiki diri. Saya pribadi merasa kegiatan seperti ini memberikan ketenangan dan motivasi untuk menjadi lebih baik,” ujar AM.

AM juga berharap kegiatan pembinaan keagamaan dapat terus dilaksanakan di Lapas Tanjungpandan. “Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena sangat membantu kami untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi pengingat agar kami bisa berubah menjadi lebih baik,” tambah AM.

Kegiatan Tausiyah dan Safari Al-Qur’an berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Kelas IIB Tanjungpandan dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian dan spiritual, sehingga warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki bekal moral dan keagamaan sebagai modal untuk kembali ke masyarakat.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan serta kolaborasi dengan berbagai pihak, Lapas Tanjungpandan terus berupaya menciptakan proses pemasyarakatan yang mampu mendorong warga binaan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas akhlak, memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana.

Kontributor Humas Lapas Kelas IIB Tanjungpandan


📢 Bagikan Berita


⬅ Kembali