📅 31 Aug 2026 6 dilihat
Tanjungpandan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan terus wujudkan pembinaan produktif bagi Warga Binaan melalui optimalisasi lahan idle menjadi lahan pertanian produktif. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan dipanennya 15 kilogram pakcoy dan 60 kilogram kangkung, Sabtu (29/8).
Kegiatan panen yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas (Kalapas) Tanjungpandan, M. Rolan, didampingi jajaran pejabat struktural, peserta magang, serta Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja pertanian.
Panen ini merupakan hasil dari proses budidaya yang dilakukan secara berkelanjutan melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum digunakan secara optimal. Warga Binaan terlibat langsung dalam berbagai tahapan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen dengan pendampingan petugas.
Kalapas Tanjungpandan, M. Rolan, menyampaikan bahwa optimalisasi lahan idle merupakan langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
“Pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum optimal menjadi lahan produktif merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar M. Rolan.
Menurutnya, pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pembentukan kepribadian, tetapi juga harus mampu memberikan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk hidup mandiri dan produktif setelah selesai menjalani masa pidana.
Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Tanjungpandan, Pirmansyah, menjelaskan keberhasilan panen merupakan hasil kerja sama dan konsistensi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan lahan pertanian.
“Keberhasilan panen ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kami terus mendorong Warga Binaan untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan pertanian sehingga mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat menjadi bekal di masa depan,” ungkap Pirmansyah.
Kegiatan pertanian tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang dilaksanakan Lapas Tanjungpandan. Selain menghasilkan komoditas pangan, program ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta etos kerja kepada Warga Binaan.
Salah seorang Warga Binaan berinisial AM yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku senang dapat mengikuti proses budidaya tanaman hingga masa panen.
“Saya bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini dari awal hingga panen. Kami belajar bagaimana mengolah lahan, menanam, merawat tanaman, sampai akhirnya menikmati hasilnya. Pengalaman ini sangat bermanfaat dan semoga menjadi bekal bagi saya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” tutur AM.
Program pemanfaatan lahan idle menjadi lahan produktif tersebut merupakan bagian dari dukungan jajaran Pemasyarakatan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini juga selaras dengan arah pembinaan kemandirian melalui pengembangan keterampilan produktif bagi Warga Binaan serta pemanfaatan aset dan lahan secara optimal.
Optimalisasi lahan tidur untuk kegiatan pertanian memang menjadi salah satu penguatan program Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan. Program tersebut mengintegrasikan pembinaan, produktivitas, pemberdayaan Warga Binaan, dan pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum optimal.
Ke depan, Lapas Tanjungpandan akan terus mengembangkan program pembinaan berbasis pertanian secara berkelanjutan. Keberhasilan panen 75 kilogram sayuran ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas serta memperluas keterampilan Warga Binaan.
Melalui pemanfaatan lahan idle menjadi produktif, Lapas Tanjungpandan berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya memberikan aktivitas positif selama menjalani masa pidana, tetapi juga membentuk Warga Binaan yang terampil, mandiri, produktif, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Kontributor: Humas Lapas Tanjungpandan